Puisi Cinta (bag.3)

Puisi Cinta tanpa judul...... :# :#

Setiap jarum jam berdetak dalam detik
Setiap bumi berputar pada porosnya
Hari – hati pun berganti……
Meninggalkan kabut yang menyelimuti kalbu
Terkadang kabut itu datang dengan tawa

Lalu dengan cepat pergi tinggalkan kecewa
Adalah diriku yang diselimuti kabut dalam kalbu
Terdiam untuk sejenak, mencoba mengerti, dan bertaham
Walau selalu demikian adanya
Kuingin hentikan langkah karena ku telah lelah
Namun keinginanku tak mau mengalah
Rasanya kuingin berontak dan marah
Lalu berlalu dari semua ini
Namun berlalu dari semua ini
Namun tak sanggup ku melakukannya
Karena dirimu terlalu menyanyanginya

Baca Artikel Laennya



  • Comments :

    2 comments to “Puisi Cinta (bag.3)”
    Anonymous said...

    wach....puitis bgt kang :)

    on 

    Anonymous said...

    pLox...pLox...pLox...
    it tD tPuk tGan Lho,hehehe..................


    pOem mU oKey jGa,g'tRLalu cCah bOat dBca 5 rAnk aWam cPrti aKuh.....


    ta kYx nA pNgLmn bGat aL cNta,hehehe..brCnda.

    on 

    Post a Comment